Monday, November 22, 2010

a picture of diana


Just found this picture from tumblr. My own Diana is on my right, next to my old wallet. I'm about to finish the current roll as soon as possible. A bit curious on how good this ASA 200 roll could develop images. Fingers cross they'll be good images, so i could still use the roll. Now it's way too hard to find the old one. Huff.. Diana Mini oh Diana Mini. Me love you!

Monday, November 15, 2010

photo hunting 1 - Monas



Hallo bloggie.
Saya super-duper kangen. Beneran deh. Kayaknya kebanyakan kegiatan di kampus maupun luar kampus sampai tak sempat (banyakan sih karena malas) update blog. Hey, kali ini saya khusus online untuk kamu loh. Yah, sebelum saya menghilang kembali seminggu ini, ada tugas kenegaraan yang perlu diemban (mulai lebay), saya update-update dikit lah ya.






Kemarin saya dan anak2 kampus yang menamai diri Club Photography Psychology UNTAR pergi ke Monas rame2. Ceritanya sih photo hunting gitu. Ngumpul deh di kampus jam 7, oh Tuhan, susahnya bangun pagi setelah malamnya begadang2 tak jelas, tapi kita semua kekumpul kok. Dikit sih, 12 orang aja. Katanya yang lain pada ga bisa, yowess, masih ada hunting berikutnya. Hehehe.. Naik busway sama2 deh, then next stop Halte Monumen Nasional di depan mata. Monas, kami datang!

Lagi panas banget lagi. Iya tahu, matahari pagi memang bagus, tapi ini panas. Panas gerah karena abis ujan sebelum itu. Yah, alamat kita semua cranky deh dan nyerah ga mau naik ke atas. Panas plus ngantrinya bak ular melilit2 gitu. Bagi2 tiket deh ke pengunjung lain, moga2 mereka ga kasih ke pengunjung lainnya lagi karena malas ngantri. Padahal harganya lumayan loh, dari masuk hingga ke atas bisa Rp10K perorang. Berhubung saya pernah naik tahun lalu, saya sih ga gitu penasaran. Teman2 yang belum naik juga tampangnya biasa2 aja, jadilah kita banyakan poto2 di luarnya aja, plus di dalam museumnya. Adem loh museumnya, saya betah lama2 di situ. Ada banyak diorama juga, mini2 sih, ga kayak ukuran asli. Bolehlah kecuali lagunya kayak lagu dangdut gitu yang mengiringi. Hahaha.. Imajinasi saya tampak berlebihan ini. Hahaha..

Trus, emm, ah, teman kita datang bawa sepeda. Poto2 lagi deh dengan sepeda. Okei, saya jujur ga tau naik sepeda dan hampir jatuh karena sok2an naik sampai akhirnya ditolong sama sang empunya. Yeyy, tak jadi jatoh gratis di pelataran Monas deh. Hehehe.. Kita lanjut akhirnya naik taksi ke Sarinah, makan di GM rame2, trus balik naik busway lagi ke kampus. Sumpah, kemaren itu asli panas ga ketolongan. Akhirnya kita pisah di Circle K deh. Sungguh sayang saya tidak menemukan magnum di sana. Padahal saya ngidam dari Monas sanking panasnya tu Monas. Fyuhh..

Langsung deh pada rencana ke lokasi2 baru. Ada yang mau ke Bogor (saya mau!), ada yang mau ke Kota (err, saya rada2 mau hehe), ada yang mau ke Karimun (okei, ini lebay untuk kategori pemula, bung! hahaha). Saya sih mau2 aja kemana2 buat poto2, daripada kamera cuma kepake poto2 muka saya sendiri gitu. Lomo aja hampir abis roll-nya kemaren. Sengaja sih, supaya bisa ganti roll baru, penasaran hasil dari ASA 200 lebih tepatnya. Kait2 jari semoga dia nongol. Aminnn.. Mari kita photo hunting lagi kawan2 :)

Saturday, November 6, 2010

Tegal

Judulnya aneh ya? Saya bahkan tidak tahu judul apa yang bagus untuk post ini, tapi judul di atas benar2 menggambarkan apa yang hendak saya tuliskan sekarang. mungkin lebih tepat jika judulnya ada Wisata Kuliner di Tegal. Tegal, sebuah kota di Jawa Tengah menjadi tempat liburan (sekaligus kerja) saya dan beberapa teman minggu lalu. 5 hari di kota itu membuat kami menjadi petualang kuliner dan menambah berat badan. Haizzz, efek paling menyebalkan sehabis liburan. 

Kota Tegal sesungguhnya tertata dengan baik. ada 1 hal yang paling menonjol di tempat ini adalah banyaknya gambar/iklan Teh Poci dan Teh Tong Tji. Hampir setiap warung makan ataupun toko memakai gambar kedua teh ini. bahkan jika anda memesan teh poci, anda akan disuguhkan poci tanah liat ukuran kecil, cangkir kecil, bisa dari tanah liat ataupun keramik yang berisi gula batu putih. Teh sendiri merupakan komoditi utama dari daerah Jawa Tengah, khususnya Tegal. 

Sebagai pecinta makanan pedas, saya awalnya cenderung pesimis mengenai kuliner di Tegal. Apalagi setelah bertanya pada teman saya yang anak Tegal, dia amat sangat tidak bisa memakan makanan pedas. Nah loh, bagaimana nasib saya? Sejam sebelum berangkat baru saya ingat bahwa saya tidak membeli sambel botol sebagai penyelamat citarasa. Namun ternyata, saya menemukan sambel yang gila2an di Tegal, bahkan dari makan malam pertama saya di sana. Menyenangkan! Perjalanan saya dan teman2 pun lancar karena kami semua adalah pecinta pedas. Sambel, mari silahkan datang. 

 soto tauco - sauto di daerah Talang.

 olahan swike (kodok goreng).

sajian teh poci di sate Wendy's 

nasi lengko. isinya hanya nasi, kerupuk, tahu, ketimun dan saus kacang. 
benar2 bukan selera saya. 



 nasi gombyang, seperti nasi rawon di lidah saya. 

menu sate dan gule kambing Wendy's. sate kambing terenak menurut saya.

sajian bebek goreng Haji Slamet

rombongan lengkap.

Guci, Tegal

Baturraden, Purwokerto

Sepertinya saya masih akan mengunjungi kota Tegal di tahun ini. Semoga kali ini ada hidangan kuliner lain saya bisa saya cicipi. Meskipun sepertinya hampir tiap olahan khas kota ini sudah saya rasakan, bahkan hingga ke tempat wisata andalannya, Permandian Air Panas Guci dan Pantai Alam Indah. Hanya saja kota Tegal agak panas karena dekat dengan pantai dan juga tempat-tempat makanan khas yang terkenal tidak cukup terjamin kebersihannya. Untungnya saya dan teman2 tidak ada yang sakit sehabis dari sana. Saya mungkin sedikit lelah saja. Tapi pengalaman 5 hari di Tegal benar2 menyenangkan hati saya. 

Inyong mau ke Tegal lagiiii...

Saturday, October 30, 2010

letter for beloved ones

Dear God,
Thanks to Your guideness for me in October.

Dear Dad,
Thank you, you've come back again to the city.

Dear mother,
I adore you.

Dear brother,
Thank you for making me cry these days. I'll support you all the way.

Dear baby brother,
Thank you for your sillyness. I miss you.

Dear close friends,
Thank you. I couldn't ask for more. Be healthy, be nice, be yourselves.

Dear eeyore and gloria,
You both aren't the sweetest ones, but we love you and will take care of you.

Dear homeland, Medan,
Please help me to appreciate you more.

Dear rain,
I've never thought that I could loathe you this much lately. Sorry.

Dear latte,
I wish I could have you today.

Dear D (or whatever name I gave you),
Thank you for the lurve-thing. Me likey a lot :)

The last,

Dear October,
Thank you. You are wondeful!

Thursday, October 28, 2010

Ragunan

Saya bukan pencinta binatang dan saya tahu bahwa adek saya lebih mencintai binatang dibandingkan saya. Sehingga ketika ide "mengunjungi Ragunan itu menyenangkan" dia kemukakan minggu lalu, saya hanya bisa pasrah untuk menemaninya. Jadilah minggu lalu kami ke Ragunan berdua. Itu sepertinya pengalaman pertama saya, karena saya tidak mengingat dengan jelas kebun binatang itu. Saya tahu saya pernah ke Taman Safari, tapi ke Ragunan, saya sangat lupa. 











Areal Ragunan amat luas, hari yang amat panas, pengunjung yang amat ramai. Tiga hal yang membuat saya tidak menikmati perjalanan di Ragunan. Namun apa yang ada di sana sih cukup lengkap. Khususnya untuk Primata, sampai ada lokasinya sendiri. Lengkap dengan saudara2nya. Hahaha. Pesan saya sih, jangan mengunjungi Ragunan di hari Sabtu atau Minggu, rame banget! 

Friday, October 22, 2010

Singapore in lomo


I've developed lomo's recent roll and got the result. Err, it's better in my opinion, among all rolls, but unlucky me it went worse in my picture. When i came to capture things (buildings, brigde, mall), the results were great, but when brother or friend took my picture with lomo, it was blurred. Sad me. Anyway, for these good pictures in Singapore (i remembered that almost all film on that roll were taken there), i share these pictures. Enjoy Singapore with my lomo.





Places : Merlion statue and nearby, Chinatown, and USS.

pulkam tersingkat

Minggu lalu saya menghilang seminggu karena berada di kota asal papa saya, Medan. Bahkan saya pergi ke sana berdua sama papa plus ditambah kedua om saya. Tujuan utama sih saya mau mencari subyek namun akhirnya kita malah ziarah ke makam opung (kakek-nenek) dari keluarga. Perjalanan pulkam kampung tersingkat sepanjang sejarah saya, tapi kadar komplitnya tetap tinggi. Hehehe..

Ada 1 tempat baru yang menarik untuk dikunjungi. Dibangun oleh seorang Jenderal ternama di Indonesia, T.B Silalahi di tanah kelahirannya, Balige. Jaraknya kurang lebih 6 jam perjalanan dari kota Medan. Daerahnya panas, namun ternyata memiliki areal besar berisi hal2 menarik seputar orang Batak. Saya salut sama bapak Jenderal ini. Dia membangun daerahnya sendiri, membudayakan Batak di tanah Batak, agar anak2 jaman sekarang tidak lupa tentang leluhur mereka. Areal itu bernama T.B Silalahi Center. 











Wednesday, October 13, 2010

power of rupiah

Kemaren, saya dikasih kertas bertuliskan Power of Rp dari seorang teman. Bukan kertas sih, karena bisa dibentuk seperti celengan kotak. Bahan kertasnya cukup keras, dan gambarnya pun menarik. Kata2nya juga.




Setelah kotaknya dilipat sesuai dengan bentuknya, isilah koin sepenuh2nya. Di situ tertulis bahwa tanggal 17 Oktober adalah Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia. Upaya pengumpulan koin ini adalah salah satu cara memberantasan kemiskinan ini. Aksi kecil dari saya dan teman2 lain yang juga mengumpulkan koin semoga bermanfaat untuk mereka semua. Saatnya saya mengumpulkan koin2 ini, dan semoga ada hal yang membahagiakan bagi anak2 ini dengan adanya koin2 saya dan kamu.
Changing lives, one coin at a time.

Tuesday, October 5, 2010

cemas

Malam ini saya cemas. Malam ini saya merasa bahwa saya tidak cukup siap untuk mengerjakan persiapan skripsi. Malam ini saya tahu bahwa mengerjakan tugas lebih baik daripada membaca literatur untuk skripsi. Malam ini saya menyadari bahwa saya tidak ada attachment yang cukup kuat dengan lokasi penelitian saya. Saya sadar bahwa saya masih anak-anak yang tidak ingin dewasa secepat ini (baca : lulus kuliah).

Hari ini sidang seminar proposal saya yang pertama. Saya senang dengan penampilan saya. Sebagai penampil pertama, saya rasa saya cukup siap dan prima. Okei, agak lebay untuk kata prima, karena faktanya saya pusing sedari bangun, bahkan hingga sekarang. Jadi ketika saya tidak kenapa2 di depan saat mempresentasikan proposal saya, itu bisa dikategorikan sebagai penampilan yang prima. Berada di depan umum selama 20 menit, sedikit ditentang oleh penguji kedua perihal judul, disarankan untuk pemilihan lokasi, penekanan pada variabel. Err, banyak, tapi memang benar adanya. Saya sendiri sudah memikirkan hal2 tersebut, dan sedikit banyak tahu bagaimana cara mengatasinya. Syukurlah.

Namun, itu semua terasa sedikit aneh malam ini. Saya kehilangan informed consent saya. Informed consent sendiri amat saya perlukan meskipun yang akan saya lakukan hanyalah wawancara tahap awal. Mau tahu gimana rasanya informed consent ilang? Saya pengen nangis beberapa menit yang lalu. Bahkan sampai menganti status bbm saya, kali2 ada teman seangkatan yang bisa mengirimkan kepada saya. Dan benar saja, seorang teman mengirimkan. Jika tidak mendesak sih saya tidak sampai pengen nangis tapi karena ini mendesak, wajar rasanya saya pengen nangis. *cari pembelaan terus. hehehe.

Saya akan bergerak mencari subyek besok. Ah, saya tiba2 ingat, dosen asistensi saya pernah mengatakan bahwa sebagai peneliti, ada baiknya kita membuat juga catatan pribadi kita tentang jalannya penelitian. Sepertinya akan ada label khusus nanti di blog ini mengenai perjalanan penelitian dalam rangka skripsi saya. Aih, terlihat sekali saya penuh kecemasan malam ini ya bloggie?  Iya, saya cemas. Saya cemas akan hal2 yang belum tentu terjadi. Saya cemas saya bukan pewawancara yang baik. Saya cemas saya emosional ketika bersama subyek saya. Eh, tapi mengingat saya harus bersikap netral sebagai peneliti, semoga saya bisa membuktikan kalau saya memang sudah selayaknya memasuki tahap ini. Lebih lanjut, saya layak mendapat gelar S.Psi tahun depan. *kait2 semua jari. hahaha.


Maapkan postingan tercemas saya malam ini. Huff.