Saturday, March 14, 2009

online

Aku ga online dari tanggal 5 Maret, nah sekarang udah tanggal 14 Maret, berarti ada 9 hari aku ga online. Wah, cukup lama ya. Selain ga online, aku juga ga nge-cek semua account, kayak facebook, friendster, twitter, plurk, yahoo-messenger, hotmail, mm, dan juga blog ini. Gampangnya ialah aku diluar jangkauan dunia, khususnya teman-teman dan keluarga. Dimana aku? Well, itu hal lain, yang ingin aku tuliskan di post online ini adalah tentang online itu sendiri, namun dari sisi yang berbeda, yaitu dari sisi spiritual.

Hehehe, bukan mau menggurui, aku juga cuma manusia biasa, lemah dan gampang putus asa. Apalagi lewat kejadian2 akhir2 ini, makin membuat aku, mm, kuat mungkin, namun disisi lain makin membuat sisi duniawiku muncul. Tuhan berkata kita tidak usah mengkhawatirkan apapun, Dia sudah menyediakan yang terbaik untuk kita dan kita tinggal mengerjakan apa yang baik menurut kita sesuai kehendakNya.

Perumpamaan terbaik untuk kisah ini adalah yahoo-messenger. Yah, bisa saja sih aku milih untuk pakai hotmail atau lainnya, tapi aku milih ym, karena menurutku itu yang paling simple dan banyak orang pakai, mengingat banyak pengguna account yahoo juga.

Pernah ym-an? Pernah menunggu seseorang nge-BUZZ anda? Pernah sengaja offline supaya terhindar dari seseorang? Atau, malah menanti2kan kapan bisa menggunakan web cam untuk melihat seseorang atau sesuatu? Dan saya pastikan anda pasti senang dengan kegunaan ym itu sendiri, seperti saya yang juga menyukainya. Yah, kalau pada tidak suka tentu kita tidak akan menggunakannya kan?

Namun, apa pernah anda menunggu seharian di depan layar menunggu BUZZ dari seseorang? Dan pernahkan anda begitu senang melihat tanda online dari seseorang? Saya pernah, dan saya mengharapkan seorang kawan sejati untuk terus online bersama saya. Dialah Jesus.

Dia kawan sejati kita, dan canggihnya lagi dia tak pernah sign out bahkan offline pun tidak. Layanan untuk menghubunginya, apapun account kita pasti selalu bisa terhubung kepadaNya. Dia bahkan membalas tiap pesan2 kita, tanpa lelah. Tanpa perlu layar, tanpa perlu kata2, hanya Dia, hanya Dia yang menjawabnya. Karena Dia selalu online.

Namun, apakah kita selalu online juga untuk mengetahui apa Dia online atau tidak? Komunikasi selalu dua arah, jika Dia selalu online, bagaimana dengan kita? Kadang kita tak yakin bahwa dia online sehingga kita mencari cara lain. Kadang kita takut Dia tahu kita online disaat yang tidak tepat, maka kita mengubah status kita dan pura2 menghindariNya. Kadang bahkan, karena kita takut pesan2 kita tak sampai, kita tidak menghubungiNya. Itu bukan kita, itu aku.

Aku tidak sering online kepada Jesus. Aku menyadari bahwa Dia selalu ada untukku, selalu online dan menanti tiap pesanku, tak perlu BUZZ untuk membuatNya terbangun dan menjadi fokus akan tiap pesanku, tapi akulah satu2nya yang menjauh dariNya. Aku tidak sering online, bahkan tidak mempercayai bahwa Dia itu menjadi salah satu temanku, yang bisa aku ajak tukar pikiran. Aku bahkan tidak menyadari Dia ada, bahkan siap kapan saja aku ganggu. Aku takut pesanku gagal dan perlu diulang berkali2, tanpa aku sadari tanpa aku ucapkan saja, Dia sudah tahu apa isi pesan2ku, apa dibalik tiap tangisku, apa yang membuatku tersenyum, apa yang membuatku cemas, siapa aku sesungguhnya dimataNya.

Namun, aku tahu setiap pertanyaan ada jawabnya. Setiap doa pun begitu. Aku hanya perlu terus menyadari bahwa tidak semua permohonan kita terkabulkan, namun setiap doa kita terjawabkan. Kita hanya perlu online denganNya, dan menceritakan kisah kita dan menunggu balasanNya, segera, sesuai waktuNya.

1 comment:

mahers said...

sory numpang lewat....
semua yang ada d blog ini...
sangat membangun...
kena di hati..
ta iris kalo orang manado bilang....
aaaaaaaaagg,,,,,,,,
memang butul...
kadang torang nda sadar...
kalo ada seseorang yang nda pernah OFF...
always OL...
thanks so se inga.....JESUS BLESS...