Sunday, May 10, 2009

pernikahan (ribet) a la Batak

Hahaha, saya akan dihujani amarah dari siapa aja ya dengan adanya tulisan ini? Tapi tak apalah, setidaknya teman2 saya non-Batak bisa tahu tentang adat orang Batak khususnya tentang pernikahan yang (bukan konon lagi) sangat ribet itu.

Dalam hampir 2 tahun perkuliahan saya, udah 3 pernikahan orang Batak yang saya datangi. Pertama Bang Saut dengan Kak Siska di Medan pada Desember 2007, sekarang mereka lagi menanti bayi yang mungkin lahir bulan Agustus depan. Trus ada Kak Lusi dan Bang Marko, nikahnya di Manado, dengan persiapan beda2 kota pada Agustus 2008, bayinya mau lahir bulan ini deh kayaknya. Nah, terakhir itu kemarin, Kak Erna dan Bang Kadi yang akhirnya membuat saya mengenal banyak banget keluarga dan jadi mikir tentang pernikahan saya kelak.

Kenapa saya jadi mikir? Karena pernikahan itu ribet banget! Apalagi pernikahan adat Batak. Nah, dari ketiga pernikahan di atas, pernikahan Kak Erna yang saya ikuti benar-benar. Kalau Bang Saut, saya datang di hari H, Kak Lusi juga begitu, apalagi pernikahan Kak Lusi di Manado, jadi acara adatnya tidak memonopoli resepsi. Posisi duduk tamu juga tidak berdasarkan garis marga, Kak Lusi juga ga pake kebaya ketika pemberkatan, jadi lebih simple meskipun tetap saja lama. Kalau Bang Saut, nikahnya di Medan. Oh tidak, orang-orang Batak yang di Medan tuh kayaknya punya ulos banyak banget, acara itu benar-benar Batak banget. Belum lagi pake gondang, ada lagi penari penerima tamu adat, makanan adat yang disajikan per-meja. Ini benar-benar menguras uang, waktu dan tenaga. Namun, inilah adat Batak.

Nah, kalau kalian mau nikah dengan orang Batak, ini nih langkah2nya (siap2 terkejut ya hehe)
1. Pacaran.
Yaialah pacaran dulu, mau orang apapun calon pendamping hidup kita kelak, maunya kita pacaran dulu sama dia, merasa nyaman dulu sama dia, menyamakan visi misi ke depan dulu, sehingga kita bisa yakin bahwa dia yang terbaik untuk kita.

2. Kenalin ke orangtua.
Ini juga tahapan dasar sebelum menikah. Yakinkan orangtua bahwa dia yang akan menikah denganmu. Tentu saja ini seharusnya sudah masuk dari tahapan pacaran di atas. Namun, setelah pacarannya udah mantap, datang kepada calon mertua, mintalah doa restu. Jangan dibayangkan orangtua calon langsung yang datang. Ini tidak masuk di daftar kegiatan pada poin kedua ini, orangtua mau datang ya silahkan saja.

3. Pembicaraan adat awal.
Memang dinamakan pembicaraan adat awal, namun tidak semua pernikahan orang Batak akan langsung diikuti adat. Ini bisa menyangkut kesiapan materi ataupun orangtua (kalau ada orangtua kita yang belum diadatin, kita juga belum bisa). Atau bisa juga karena saudaranya pada jauh, atau malah nikah lari. Itu lebih tidak pakai adat. Nah, disini masing-masing pihak memilih parhata-nya (semacam moderator, baik dari pihak wanita atau pria). Disini mulai dibicarakan tentang mas kawin. Biasanya pesta diadakan di pihak wanita, maka mas kawin disini adalah biaya pesta. Ditentukan oleh panitianya. Mungkin kadang kedua panitia melakukan perdebatan tentang jumlah mas kawin. Oleh karena itu, pembicaraan ini harus lebih dipikirkan matang-matang. Mungkin harga dollar juga pengaruh pada poin ketiga ini. Karena mungkin harga gedung dan katering ikutan naik jika dollar juga naik.

4. Marhusip.
Nah, saya kurang jelas dengan poin ini. Tapi setahu saya, ini adalah pihak pria datang kepada wanita dan selanjutnya paling membicarakan hal-hal teknis, seperti banyak undangan, penulisan nama pengundang, dll. Pembicaraan pada poin ini makin bersifat internal dan teknis. Bicara soal undangan, undangan pernikaha orang Batak itu dicetak dengan 2 tipe, keluarga pria dan wanita. Peletakan nama pengantin merupakan pembeda utama undangan ini. Di dalam undangan, turut disertakan nama2 pengundang, percayalah bahwa paling minimal ada 50 pengundang dalam undangan itu. Dan masing-masing mereka mesti dapat undangan, makanya bisa jadi ketika pembagian undangan masih banyak yang kurang karena masih banyak "saudara" yang tidak kebagian jatah undangan. Ini jelas berbeda dengan undangan nasional.

5. Martuppol.
Kalau yang ini tunangan, mengikat janji di gereja. Setelah martuppol, pernikahan tidak boleh lagi dibatalkan oleh karena alasan orang lain, contohnya ada mantan pacar kita yang protes akan rencana pernikahan kita. Tapi selepas martuppol sudah tidak boleh ada lagi pembatalan pernikahan. Nah, setelah acara martuppol ini (biasanya 1 minggu hingga 1 bulan sebelum pesta pernikahan), masing-masing pihak mengadakan acara sendiri di tempat masing-masing. Dikenal istilah martonggo raja - acara di pihak pria dan ma ria raja - acara di pihak wanita, kalau tidak salah sih penulisannya dan penempatannya tepat. Disini dibagikan undangan untuk masing-masing pihak. Plus membahas tentang hari H, memantapkan pembagian tugas, sehingga tahu menyusun jadwal kedatangan masing-masing. Terutama pesta di Jakarta yang waktunya kadang tidak bisa diperhitungkan.

6. Pernikahan.
a). Menjemput pengantin wanita ke rumahnya. Wah, saya lupa namanya. Namun, yang dilakukan adalah saling tukar bunga antar pengantin. Trus ada makan2nya deh, pengantin makan di lokasi terpisah dari tamu.
b). Pemberkatan di gereja atau pamasu-masuon. Ibadah pemberkatan mengikuti susunan ibadah gereja tempat diberkati ini. Iring-iringan pengantin juga bersama keluarga memulai prosesi ini. Dilanjutkan dengan catatan sipil, bisa sebelum atau sesudah pernikahan.
c). Acara adat! Ini masalahnya. Marga yang turut memberikan doa kepada pengantin itu sangat banyak. Marga dari keturunan pria begitu pula dengan wanita. Namun inilah yang dibanggakan orang Batak, bahwa semua kita saling menghargai dan menghormati adat itu. Ulos-ulos pada sekali pesta pun bisa beberapa karung. Belum jika saudaranya banyak banget yang datang, bisa belasan karung. Namun, semuanya jatuh ke tangan keluarga pria dan bisa dimanfaatkan dengan dijual jika tidak merasa itu cukup berguna untuk dibawa pengantin dalam memulai hidupnya.
Posisi duduk pada acara adat ini ada 4 bagian. Berhubung posisi duduk pengantin pria disebelah kanan pengantin wanita, maka keluarga pria duduk di sebelah kiri, begitu pula dengan pengantin wanita. Nah, penyajian menunya udah diletakkan di atas meja. Tidak ada makanan yang ditempatkan diluar meja, kecuali ada tamu2 nasional.
d). Pelepasan boru. Boru itu anak perempuan, jadi yang akan dilakukan pada poin ini adalah bapak dan ibu pengantin wanita memberi ucapan-ucapan atau nasehat "terakhir" sebelum anaknya meninggalkan mereka dengan menikah dengan calonnya. Lagu yang dipake sebagai pengiring lagu ini adalah Borhat Ma Da Inang, dan hampir selalu dipastikan saya akan berkaca2 dengan lagu ini. Membayangkan hal-hal ini seperti ini membuat saya sangat teramat yakin dan nyaman dengan segala hal itu, semoga memang akan selalu indah. Ini merupakan puncak acara adat menurut saya. Karena pada bagian ini, wanita benar-benar seutuhnya "diberikan" kelaurganya untuk sang suami. Nah, suami-suami, harap menghargai bagian sensitif ini ya :)

7. Acara setelah pernikahan. Jika pengantin wanita pulang ke rumah suaminya, keluarga dari pihak perempuan ada acara sendiri. Dan pada malam kemaren itu, ikan masnya sangat enak, manyuuusss. Trus ada kata-kata gitu buat orangtua pengantin, biasanya sudah dirangkai dengan pembicaraan lain.

Nah, itu deh gambaran pernikahan orang Batak kalau nikah. Ribet kan? Tapi tetap saja, saya sebagai orang Batak menghargai adat itu, dan semoga pernikahan saya kelak tidak seribet ini, ataupun dengan masalah2 lainnya. Semoga kalian juga ya :)

12 comments:

Anonymous said...

bukan hanya perkawinan orang batak kaleeee yang ribet, semua budaya di Indonesia ini juga begitu ga kalah ribetnya. Orang cina aja ribet. Kalo ga mau ribet tidak usah nikah, kawin aja langsung.

Anonymous said...

kok ribet??? emang situ yang nikah situ yang urus segala adat pernikahannya??? kan orang orang tua yang urus semua. bukan kamu??
klo km katakan menghabiskan uang, ya udah, cari aja uang banyak banyak, dan gak usah dipakai kemana mana. emang itu uang mau dikemanain??? kan mau dipakai. kalo gak mau habis banyak, ya undang aja 8 orang, orang tua mu, kemudian org tua pasanganmu, 1 org pendeta, 1 org dari catatan sipil, 2 orang saksi. udah. murah kan. beli aja nasi bungkus. sah juga

Novelinda said...

iiihhh...yang comment galak2 amat sieh..namanya juga Just Wanna Share
biarin dunk dia mau bilang aja,karna menurut gw emang pesta adat batak itu ribet banget, tapi itulah yang buat perkawinan orang batak langgeng karna akan berfikir 10x klau mau pisah dari pasangannya mengingat mahalnya biaya pesta dan ribetnya acara pesta itu.

ridwan said...

hahaha.... ini keren, udh jarang bgt anak muda batak "care" sama yg kayak gini kalo bukan BTL (batak tembak langsung)
awalny waktu msh bocah jg gw anggep ribet tp makin dipahami maknanya terlalu dalem buat ditinggallin..
Two Thumbs Up aja deh.. :D

Anonymous said...

gak ribet kali, didalami n dihayati..kalau gk mau ribet seperti versimu gk usah nikah deh, kawin aja sana langsung. horas!

Anonymous said...

Bicara tentang perkawinan Batak, saya jadi ingin nanya nih. Apa benar sih orang Batak itu suka incest, kawin dengan sepupu sendiri?

Soalnya ada kawan saya bilang, mereka sudah biasa incest. Karena itu budaya leluhur.

Bukankah itu menjadi cacat genetik seperti idiot dan sebagainya?

faber said...

Yang menjadi pertanyaan kok pernikahan adat batak harus berlangsung di gedung mewah seperti gedung serba guna, walaupun bisa d halaman rumah tapi hampir ga ada kyknya yg di rumah. Kalo secara budget kan nyewa gedung itu mahal, padahal kalo biayanya di alihkan untuk beli gaun pengantin misalnya kan jadi lebih berguna dan indah.

Katharina Pedrova said...

Itu yang comment nomer dua dari atas gak tau malu bgt yaa? Visit blog orang, trus marah2 gak jelas hahaha.. udah bikin komen pedes trus anonymous pula.. ahaha ;)) Gw sendiri org batak, dan married dgn adat batak, dan gw ngaku pernikahan batak itu emang RIBET dan nguras biaya. Dan menurut gw, ga ada yg salah dgn keribetan itu. Semua yg diceritakan Anna emang bener. She didn't say it was bad, did she? Kenapa si anonymous harus sensi gitu ya adat batak dikatain ribet dan mahal..;)) Kyk dia aja satu2nya org batak yg ngalemin ini.. santai donk bro ga usah lebai gitu hahaha..

pomentx1 said...

hello..

sy pria melayu dr Malaysia,sekarang sy sudah jatuh hati dgn seorg gadis batak yg bekerja d Malaysia.info,kami berdua muslim.sy udah berkahwin,maksudnya sy ingin menikahi gadis batak ini sebagai isteri ke2 sy.soalnya:
1)adakah akan timbul tentangan dr org tuanya kerana hal seperti diatas?
2)mudahkah urusan pernikahan muslim d medan?
3)sy mahu damai tp dlm masa yg sama kami saling sayang menyayangi tp jika kuat tentangan org tuanya kami ambil keputusan utk bernikah d sempadan/berbatasan thai(mudah,ngak perlu minta izin isteri pertama).kalau ini terjadi,bagaimana harus sy meminta maaf dr org tuanya & menenangkan keadaan

Anonymous said...

Emang bener Ribet sih...tapi paling tidak, ada pengalaman yang amat sangat berharga yg bisa kita ceritakan buat anak cucu kita :)
Kalau belum siap nikah,yahh jangan menikah dulu..
Karena menikah,ga hanya siap utk biaya gede, mental juga harus gede

Anonymous said...

Emang bener Ribet sih...tapi paling tidak, ada pengalaman yang amat sangat berharga yg bisa kita ceritakan buat anak cucu kita :)
Kalau belum siap nikah,yahh jangan menikah dulu..
Karena menikah,ga hanya siap utk biaya gede, mental juga harus gede

linda boniarti said...

Pernikahan adat batak emang ribet, terutama jika tar menikah yang masalah pihak pria ( semua alasan dicari ampe engap) supaya ga pisah krn pride harga diri ( wk2 pengalaman pribadi) just want to share, beware and siapkan mental menikah dgn org batak